Gw agak bingung mau post tulisan ini di lcms atau di blog pribadi gw, tapi entah kenapa gw malah buka wordpress..
Lagi mikir-mikir aja, iseng gak ada kerjaan, gak ada deadline, gak ada yang harus dikerjain buru-buru. Trus browsing, baca-baca kompas, hukumonline, time.com, situs-situs berita lainnya, niatnya cari inspirasi buat skripsi gw yang ada di depan hidung sekarang.
Ehh, tiba-tiba gw malah buka-buka national geographic. Gw baca artikel mulai dari monyet hidung pesek di china, kiamat suku maya yang ternyata gak akurat, hal-hal yang gak berhubungan sama sekali dengan skripsi gw.
Trus gw iseng baca artikel tentang afghanistan. Panjang! 10 halaman. Tapi gw bertekad membaca habis semuanya, cuma karena gw penasaran sebenernya apa sih yang diributkan afghanistan ini, gw inget pernah terharu ngeliat foto di koran kompas, foto perempuan, seumuran gw saat itu (haha kapan yah, tentunya waktu gw masih lebih muda dari sekarang ini), dia lagi natap kamera, sambil pegang pensil 2B (yang ini gw prediksi aja pensil 2B) sambil ngisi formulir untuk masuk universitas.
Apa istimewanya sekedar daftar universitas sampe harus di blow up. Oh, ternyata kaum hawa di sana agak sulit mendapatkan pendidikan. Banyak faktor, perang saudara, intervensi asing, perebutan kekuasaan, dll dsb.
Gw gak peduli sih soal afghan, gw cuma sempet sadar kalo novelis-novelis timur tengah lagi bangkit. Kerudung Merah kirmizi, the kite runner, buku-buku semacam itu lagi gandrung gw baca. Gw malah lebih concern ke wabah kolera yang melanda Haiti. Gempanya uda 1 tahun lebih, recovernya belom beres-beres sampe sekarang. Pathetic yah ra..
Balik ke artikel yang gw baca di NGI (National Geographic Indonesia), kalo harus gw rangkum ke posting ini rasanya sia-sia, mungkin kalau lu orang berminat baca artikel 10 page itu, silahkan klik ini.
Kompleks, gw miris bacanya.
Gw bukan pendukung Taliban, bukan pendukung kekuasaan manapun sih, gw gak dukung segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan “menduduki kekuasaan”. Percaya deh, niat berkuasa itu selalu kotor, penuh intrik dan jahat. Contoh sederhananya, perempuan-perempuan (kayak gw) gini suka banget berusaha menguasai laki-laki, gak boleh gini, gak boleh gitu, kamu harusnya begini, kamu harusnya begitu. Dan, sikap-sikap yang semacam itu kadang kala dihiasi niat kotor di dalam hati, jahat. Haha…
Indonesia patut bersyukur lah, lebih tepatnya, Guee, sebagai warga Indonesia patut bersyukur. Kalooo membandingkan apa yang terjadi di negara-negara konflik semacam afghan ini. Bayangin, segitu banyak suku, bahasa, adat, kebudayaan, agama. Konflik di negara kita masih terhitung bisa diredam sih menurut gw.
Sebagai negara yang penganut agama Islam-nya paling banyak di dunia, tapi gak juga menjadikan kita negara Islam. Kita bangsa yang terbiasa dengan perbedaan koq.
Kita berempat mungkin contoh paling dekat.
Jadi inget, beberapa tahun yang lalu (koq rasanya udah lama banget), gw aktif mendukung anti-rasis, sementara ferry jadi anggota greenpeace. Mungkin udah saatnya kali guys, kita lebih concern ke issue-issue yang semacam ini, berusaha mempengaruhi orang-orang terdekat kita untuk peduli sama issue-issue perihal kemanusiaan. Untuk mewujudkan masyarakat yang berwawasan luas.
Sekian.