halo halo semua apa kabar?
Kembali lagi gw akan nge-junk di blog ini..
Kabar gw? Baik.
Berat badan? Puji Tuhan udah normal lagi 45 kg.
Kapan lulus? Semester ini.
Udah punya pacar? Udaaaah doooongggg wkakak…
Gini, gw mau berkisah soal hidup berpacaran. Oke ini emang bukan pacar pertama gw. Tapi kayaknya ini serasa yang pertama, karena bener-bener pacaran yang bukan a al anak ABG gitu, pacarannya pergi ke warnet naek becak, makan bakso, telpon2an, sms2an. Ah, pokoknya this is the real pacaran menurut gw.
Tapi, soal mudah atau tidaknya berpacaran. Gw rasa jawabannya adalah: tidak.
Atau mungkin karena gw terlalu serius pacaran, makanya jadi tidak mudah. Yah mungkinlah begitu. Tapi faktor terpenting yang membuat hal ini menjadi sulit adalah:
3K itu Komitmen dan Keuangan dan Kejauhan…
Mari kita bahas satu per satu.
KOMITMEN
Wah, gw harus berhati-hati bicara di sini, karena pacar gw suka iseng-iseng mengunjungi blog ini, gw khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika gw salah menggunakan kata di sini.
Komitmen adalah hal yang sulat. Saking sulat nya, sampe kadang-kadang seorang wanita harus memohon-mohon laki-lakinya berkomitmen. Karena jelas, secara alamiah, wanita itu tergila-gila komitmen dan laki-laki sebaliknya.. Gw sebagai wanita mengakui hal ini. Tau gak kenapa? Gw rasa faktor wanita itu selalu tergantung sama cowoknya.
Nah kan kita sama-sama tau kalo wanita suka ditraktir, wanita suka diantar jemput, wanita suka dibeliin hadiah2. Dan siapalah laki-laki yang mau melakukan hal-hal tsbt di atas kalo dia belom mau berkomitmen? Tentu, laki-laki yang demikian dapat kita kategorikan bodoh, atau mungkin dia kebanyakan duit.
Masalahnya, komitmen itu begitu sulitttt dilakukan kadang-kadang.
Sulitnya gimana ya, sulit digambarkan. Tuh kan gw nge-junk deh.
KEUANGAN
Ah ini klasik…
Seperti yang sering ditanyakan kawan kita rara ayu lestari: “wajar gak cewek yg bayar?” “seberapa jauh cewek boleh bayar?” atau kontra-nya “seberapa jauh cowok boleh bayar?” “seberapa banyak cewek wajar untuk menerima?”
Nah di sini letak sulitnya,
karena lu harus mempertimbangkan dan memposisikan diri baik-baik, kapan lu memberi dan kapan lu menerima, dan kedua hal tersebut harus juga disesuaikan dengan kondisi dompet, baik kondisi dompet gw, maupun kondisi dompet pasangan gw. Masalah ini muncul dalam hidup berpacaran gw, mungkin juga karena faktor “K” yang ketiga, yaitu…
KEJAUHAN
Tangerang-Serang mungkin bukan jarak yang ekstrem jauhnya, tapi jauh juga. Hal ini menyebabkan kita gak bisa ketemu setiap hari, dan begitu ketemu jadinya foya-foya. Lagipula memang lebih mahal dari rate normal nya. Itu kalo dihubungkan sama soal keuangan tadi.
Tapi yang lebih nyebelin menurut gw soal jarak ini adalah, harus menahan rindu. Nah rindu itu kalo ditahan bisa menyebabkan emosi, menyebabkan kecurigaan berlebihan, dll dsb.
Jadi kesimpulannya, gw menasihatkan kalian untuk berhati-hati dalam berpacaran, sederhana alasannya karena berpacaran itu memang harus hati-hati.
I love you LCMS.
adin lu bener2 gk punya tenggang rasa asmara kasian orang2 tuna asmara macem gw baca nya bikin iri aja… kalo acung hmm tau sendiri haha
NB : sampe merit yah terus jangan ketuker ama si jrdan laki lu =p
ferry